Orang RI Lebih Pilih SUV daripada Low MPV? Suzuki: Kelasnya Beda

Penjualan mobil sport utility vehicle (SUV) semakin banyak. Tak sedikit konsumen di Indonesia yang memilih low SUV. Penjualan low MPV pun menurun di tahun 2020.

Menurut 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, pangsa pasar SUV yang meningkat dibarengi dengan turunnya penjualan low MPV bukan karena pergeseran tren. Donny menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 di mana pembeli low MPV yang merupakan pembeli mobil pertama terdampak.

"Tentunya kalau dilihat di profile penjualan mobil yang harganya tinggi kecenderungan penurunan tidak terlalu banyak (saat pandemi). Ini yang banyak terhantam kan di low MPV, LCGC, secara volume banyak menurun. Karena produk-produk entry level kan," ujar Donny kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (18/1/2021).

"Jadi yang paling banyak terkena pada saat pandemi tahun 2020 itu ya first car buyer," sebutnya.

Secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) dalam data Gaikindo, penjualan low SUV Suzuki XL7 lebih banyak ketimbang low MPV Suzuki Ertiga. Selama 2020, Suzuki menjual 9.827 unit Suzuki XL7. Sementara Suzuki Ertiga terjual sebanyak 7.516 unit.

Suzuki All New ErtigaSuzuki All New Ertiga Foto: dok. Suzuki

"(Volume penjualan low SUV) turun, tapi tidak sebanyak (penurunan penjualan mobil di segmen) first car buyer," kata Donny.

Dia menjelaskan, profil pembeli mobil low MPV dan low SUV berbeda. Biasanya pembeli low SUV adalah konsumen yang menambah mobil atau mengganti mobilnya dengan mobil baru.

"Kalau di low MPV itu kebanyakan first car buyer. Itu sebenarnya bukan peralihan, tapi memang segmennya saja yang berbeda. Kebetulan segmen yang first car buyer sedikit banyak mereka terdampaknya dengan kondisi saat ini kenanya lebih mempengaruhi proses pembelian," jelasnya.